Kerajinan dari Resin – Apakah kalian mengetahui apa itu resin? Jadi, resin merupakan sebuah getah yang dihasilkan oleh beberapa jenis tumbuhan, resin bukan hanya bisa dihasilkan oleh alam saja loh. Melainkan juga bisa dihasilkan dari beberapa jenis bahan kimia. Resin juga bisa dibuat menjadi berbagai macam jenis kerajinan, tentunya kerajinan dari resin ini mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Sebelum kita membahas tentang kerajinan yang bisa dibuat dari bahan dasar resin ini, kalian harus mengetahui terlebih dahulu ternyata resin ini juga bisa digunakan untuk campuran dalam pembuatan fiberglass loh. Dimana resin sendiri mempunyai warna yang bening dan juga keruh. Langsung saja yuk, simak contoh kerajinan, cara membuat dan juga manfaat berikut ini! Contoh Kerajinan dari Resin No Hasil Kerajinan dari Resin 1 Kerajinan Anting-Anting dari Resin 2 Kerajinan Case Handphone dari Resin 3 Kerajinan Cincin dari Resin 4 Kerajinan Gelang dari Resin 5 Kerajinan Jam Dinding dari Resin 6 Kerajinan Kalung Dandelion dari Resin 7 Kerajinan Liontin dari Resin 8 Kerajinan Lukisan dari Resin 9 Kerajinan Meja Hias dari Resin 10 Kerajinan Ornamen Tiga Dimensi dari Resin 11 Kerajinan Patung Hias dari Resin 12 Kerajinan Tatakan Gelas dari Resin Resin merupakan bahan yang bersifat cair, dimana seperti pada penjelasan diatas, bahwa selain bisa digunakan menjadi kerajinan bahan resin juga bisa dijadikan sebagai bahan campuran untuk material yang lain. Banyak sekali contoh kerajinan yang bisa dibuat dari bahan dasar resin ini, penasaran bapa saja contoh kerajinan dari bahan resin tersebut? Langsung saja yuk, simak penjelasan di bawah ini! 1. Kerajinan Anting-Anting dari Resin Gambar Kerajinan Anting-Anting dari Resin Kerajinan dari resin yang pertama adalah anting-anting. Ya, anting-anting bukan hanya bisa dibuat dari emas saja loh, melainkan juga bisa dibuat dari bahan resin. Meskipun demikian anting-anting tersebut mempunyai corak yang beragam dan tentunya sangat menarik tidak kalah jika dibandingkan dengan anting-anting mahal pada umumnya. Anting-anting yang terbuat dari bahan dasar resin ini juga tahan dalam waktu yang cukup lama, hal ini tentunya didukung dengan warna atau ornamen yang ada tertebak didalam anting-anting tersebut. Bukan hanya itu saja, anting-anting dari bahan resin juga mempunyai bentuk yang ringan dan tentunya bisa membuat penampilan terkesan agak mewah. 2. Kerajinan Case Handphone dari Resin Gambar Kerajinan Case Handphone dari Resin Apakah kalian tahu, bahan resin juga bisa dimanfaatkan untuk membuat case handphone yang sangat cantik loh, dimana case handphone tersebut tentunya tidak kalah jika dibandingkan dengan case handphone pada umumnya. Tapi, sayangnya proses pembuatan case handphone dari resin ini cukup susah jika dibandingkan dengan cara pembuatan case handphonenya pada umumnya, tetapi hasilnya tentunya tidak mengecewakan. Baca Juga Kerajinan Dari Bubur Kertas 3. Kerajinan Cincin dari Resin Gambar Kerajinan Cincin dari Resin Selain bisa digunakan untuk membuat perhiasan berupa anting-anting, kalian juga bisa membuat sebuah cincin dari resin loh. Cincin dari bahan resin ini tentunya juga tidak kalah cantik dengan cincin emas pada umumnya. Bahkan pada saat ini cincin yang terbuat dari bahan resin ini cukup banyak diminati oleh masyarakat. Cincin resin juga bisa dibuat dengan hiasan berupa daun-daunan, glitter, campuran warna dan masih banyak lagi yang lainnya. Dimana dengan hiasan-hiasan tersebut, cincin akan tampak semakin indah dan tentunya semakin cantik. 4. Kerajinan Gelang dari Resin Gambar Kerajinan Gelang dari Resin Apakah kalian tahu, gelang yang terbuat dari bahan resin juga bisa dijadikan sebagai pilihan untuk digunakan loh. Gelang yang terbuat dari resin ini bisa dihias dengan menggunakan berbagai macam pernak-pernik sesuai dengan keinginan, cara pembuatan gelang resin juga cukup mudah, yak i pertama siapkan terlebih dahulu cetakan untuk gelang tersebut. Apabila sudah, maka selanjutnya tuangkan cairan resin ke dalam cetakan gelang yang sudah disediakan, tunggu hingga setengah mengering dan masukkan glitter, daun-daunan atau campuran warna ke dalam cetakan. Tunggu kembali gelang hingga benar-benar kering. 5. Kerajinan Jam Dinding dari Resin Gambar Kerajinan Jam Dinding dari Resin Ingin mempunyai jam yang unik dan cantik? Jika iya, maka kalian bisa memilih jam yang dibuat dari bahan resin. Jam resin merupakan salah satu kerajinan yang cukup unik dan tentunya sangat indah, tapi, sayangnya proses pembuatan jam dari resin ini cukup susah jika dibandingkan dengan cara pembuatan jam pada umumnya, tetapi hasilnya tentunya tidak mengecewakan. 6. Kerajinan Kalung Dandelion dari Resin Gambar Kerajinan Kalung Dandelion dari Resin Perhiasan selanjutnya yang bisa kalian buat dengan menggunakan resin selain anting-anting dan juga gelang adalah kalung. Kalung dandelion juga bisa dibuat dengan menggunakan resin dan hasil yang diberikan sangatlah indah, keuntungan dengan menggunakan kalung dari bahan resin ini adalah kulit yang tidak mudah mengalami ruam kulit akibat alergi. 7. Kerajinan Liontin dari Resin Gambar Kerajinan Kalung Dandelion dari Resin Resin bisa digunakan menjadi berbagai macam kerajinan yang bahkan bisa mempunyai nilai jual cukup tinggi, hal ini tentunya sebanding dengan hasil yang didapatkan. Salah satu kerajinan tersebut adalah liontin, ya liontin dari bahan resin ini bahkan tidak kalah cantik jika dibandingkan dengan liontin yang terbuat dari bahan mahal lainnya loh. Cara pembuatan liontin resin ini juga cukup mudah, yakni tuangkan terlebih dahulu resin ke dalam cetakan liontin. Apabila sudah, maka masukkan bunga kering atau hiasan lainnya, apabila sudah maka keringkan liontin dan liontin siap digunakan sebagai kalung. Baca Juga Kerajinan Dari Paralon 8. Kerajinan Lukisan dari Resin Gambar Kerajinan Lukisan dari Resin Resin juga busa digunakan untuk membuat lukisan yang sangat indah loh. Bahkan lukisan yang dibuat dari bahan resin ini bisa dijual hingga jutaan rupiah. Hal tersebut juga tentunya tergantung dengan pola gambar yang dibuat, dimana semakin kreatif bentuk gambar yang dihasilkan maka semakin mahal pula nilai jual yang ditawarkan. 9. Kerajinan Meja Hias dari Resin Gambar Kerajinan Meja Hias dari Resin Ingin membuat meja agar tampak lebih cantik dan menarik? Apabila iya, maka kalian bisa memanfaatkan bahan resin ini untuk membuat sebuah meja hias yang sangat cantik loh. Meja hias dari bahan resin juga menjadi salah satu kerajinan yang paling banyak diminati, tetapi harganya yang tentunya tidak murah. Cara pembuatan meja hias ini bisa dilakukan dengan cara membersihkan terlebih dahulu papan kayu, selanjutnya tuangkan cairan resin tersebut ke atas permukaan kayu. Pada tahap ini, kalian juga bisa mencampurkan berbagai macam warna atau ornamen pendukung pola yang akan kalian buat dan tunggu meja hias hingga kering baru bisa digunakan. 10. Kerajinan Ornamen Tiga Dimensi dari Resin Gambar Kerajinan Ornamen Tiga Dimensi dari Resin Apakah kalian tahu, dengan menggunakan resin kalian juga bisa membuat sebuah ornamen tiga dimensi yang sangat cantik. Ornamen tiga dimensi dari resin tentunya menyajikan berbagai macam detail bentuk yang sangat rapi dan bisa dilihat dengan sangat jelas, hal ini tentunya dikarenakan bahan yang digunakan adalah bahan yang jernih. 11. Kerajinan Patung Hias dari Resin Gambar Kerajinan Patung Hias dari Resin Selain lukisan, kalian juga bisa membuat patung dengan menggunakan bahan resin, patung ini tentunya sangat unik dan bisa dijadikan pilihan sebagai hiasan dirumah. Tingkat kesulitan membuat patung ini juga tentunya cukup susah ya, hal ini dikarenakan pengrajin harus mempunyai mood yang bagus pada saat pembuatannya, agar hasil akhir nantinya tidak mengecewakan. 12. Kerajinan Tatakan Gelas dari Resin Gambar Kerajinan Tatakan Gelas dari Resin Kerajinan dari resin terakhir adalah tatakan gelas. Ya, siapa sangka ternyata tatakan gelas bukan hanya bisa dibuat dengan menggunakan kayu atau kain saja loh, melainkan juga bisa dibuat dengan menggunakan resin. Tatakan gelas yang terbuat dari resin tentunya mempunyai bentuk yang sangat unik dan cantik jika dibandingkan dengan tatakan gelas yang dibuat dari bahan yang lainnya. Dimana proses pembuatan kerajinan yang satu ini tidak terlalu susah jika dibandingkan dengan proses pembuatan kerajinan dari resin yang lainnya. Baca Juga Kerajinan Dari Tulang Ikan Cara Membuat Kerajinan dari Resin Gambar Cara Membuat Kerajinan dari Resin Membuat kerajinan dari resin tentunya tidak bisa dilakukan secara langsung bukan? Dimana para pengrajin harus melalui beberapa tahap, lalu bagaimana sih cara membuat kerajinan resin tersebut? Maka dari itu yuk simak penjelasan berikut ini. Siapkan terlebih dahulu bahan yang akan dibutuhkan, diantaranya adalah sarung tangan, mangkok, gelas, cetakan, katalis dan juga epoxy resin. Selanjutnya tuangkan terlebih dahulu resin ke dalam mangkuk dan juga katalis dengan menggunakan perbandingan yakni 101. Apabila susah maka aduklah campuran teras hingga merata, kalian bisa mengaduk hingga campuran agak mengeras dan gelembung yang ada pada resin tersebut berkurang. Apabila sudah, maka tuangkan campuran tersebut ke dalam cetakan silikon yang sudah disiapkan sebelumnya. Apabila kalian menginginkan hiasan atau motif, kalian bisa menambah bunga kering atau hiasan lain ke dalam cetakan. Kemudian tunggu hingga adonan yang ada dalam cetakan mengering sempurna. Manfaat Bahan Resin Gambar Manfaat Bahan Resin Apakah kalian tahu, selain bisa digunakan menjadi berbagai macam kerajinan, resin juga mempunyai manfaat lainnya loh. Hal ini tentunya dikarenakan bahan resin sendiri mempunyai sifat yang cukup keras dan juga kuat, sehingga sangat cocok digunakan untuk kerajinan atau bahkan campuran bahan material yang lainnya. Bukan hanya itu saja, resin juga mempunyai warna yang bening, sehingga sangat cocok kalian tambahkan menggunakan hiasan atau warna tambahan. Lalu apa saja sih manfaat yang diberikan oleh bahan resin ini? Maka dari itu yuk, simak manfaat bahan resin di bawah ini! Seperti yang kita tahu, bahwa bahan resin bisa digunakan menjadi berbagai macam kerajinan yang sangat cantik dan menarik. Bahan resin bisa digunakan untuk membuat bemper mobil . Bahan resin juga bisa digunakan menjadi pelapis berbagai macam furniture, hal ini dikarenakan resin sendiri mempunyai sifat yang kuat dan tidak mudah rusak. Penutup Artikel Kerajinan dari Resin Demikianlah 12+ contoh kerajinan dari resin lengkap dengan gambar, cara membuat kerajinan dan juga manfaat dari bahan yang diberikan. Dimana sebenarnya masih banyak bentuk kerajinan lainnya yang bisa kita buat dengan menggunakan bahan dasar resin ini. Jadi, tunggu apalagi mari kita manfaatkan resin menjadi bentuk kerajinan yang bisa menjadi ladang penghasilan bagi kita, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian ya. Kerajinan dari Resin
BACAJUGA : Kerajinan Kain Tenun Tangan Anti Luntur Halus Adem dan Nyaman - Jepara. Resin memiliki bentuk yang cair, namun saat sudah diolah akan mengeras. Ini bisa menghasilkan kerajinan tangan yang unik, cocok untuk ide usaha para milenial. Begini cara membuat kerajinan dari resin. Bahan :-Epoxy resin-Katalis (Epoxy hardener) Dimulai dari resin jenis epoxy, dibandingkan dengan jenis resin lainnya. Epoxy bisa memberikan kualitas hasil yang lebih baik. Resin jenis epoxy ini biasanya digunakan untuk kerajinan tangan yang cukup bernilai jika dalam dunia industri, resin jenis epoxy digunakan sebagai perekat yang lebih serba guna, pengikat bahan semen dan mortar, rigid foams, sebagai pelapis lantai, sedangkan untuk pengeboran minyak biasanya epoxy digunakan untuk memadatkan kondisi lantai dari beberapa kegunaan tersebut tentunya resin jenis epoxy begitu multi fungsi tergantung dari keperluan yang dibutuhkan. Menariknya kekuatan yang ditawarkan oleh epoxy begitu baik sekali, tahan lama dan tidak mudah pecah dalam kondisi itu untuk tingkat kejernihan yang ditawarkan oleh resin jenis epoxy ini lebih jernih atau cerah dibandingkan resin jenis lain. Apalagi jika dipadu padankan dengan material lain, kesan elegan dan menawan bisa didapatkan dari perpaduan beberapa material dasar yang digunakan untuk membuat resin jenis epoxy ini. Mulai dari serat karbon, serat kaca hingga aramid. Meski begitu bau yang dimiliki oleh resin jenis epoxy ini tidak begitu terlalu perlu diketahui juga jika resin jenis epoxy juga mampu mengalami kondisi perubahan warna menjadi lebih kekuningan. Agar tak terjadi perubahan warna, kalian bisa menggunakan pelapis luar seperti hardener atau katalis. Dengan begitu hasil yang didapatkan juga lebih baik. Bahanbahan Untuk Membuat Kerajinan Dari Resin - Energi Putra Bangsa. Bahan Yang Biasanya Digunakan Untuk Membuat Cetakan Kerajinan Fiberglass Adalah - Sekilas Bahan Jenis, Teknik. Pengrajin Pembuat Patung Fiber Fiberglass. Cara Membuat Fiberglass: Contoh, Gambar, Pengertian | Lengkap! Kerajinan Fiberglass Archives - JAVA FIBERGLASS.Apa Itu Resin – Dalam dunia industri atau kontruksi, penggunaan resin memang begitu populer. Bahkan dalam pembuatan kerajinan tangan, resin juga kerap digunakan. Bahkan mungkin beberapa diantara kalian pernah melihat, namun tak tahu jika benda tersebut dibuat dengan resin. Kegunaan dan juga banyak variasi juga bisa dibilang sebagai salah satu keunggulan dari resin ini. Menariknya artikel ini akan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dengan resin. Sehingga bagi kalian yang ingin menggunakan atau sekedar tahu informasi tentang resin. Maka penjelasan yang ada pada artikel ini bisa begitu membantu. Mulai dari pengertian, manfaat ciri dan beberapa hal yang berhubungan dengan resin akan dibahas lebih rinci lagi pada artikel ini. Apa itu resin?Ciri-ciri Resin Berdasarkan Jenisnya1. Resin Epoxy2. Resin Vinyl Ester3. Resin Polyester4. Resin upcast5. Resin Akrilik6. Resin Fenolik7. Resin Polietilen8. Resin Polistiren9. Resin PoliamidaKegunaan ResinContoh Penggunaan Resin1. Kalung Dandelion2. Gelang3. Cincin4. Anting-anting5. Gelas6. Furniture Hias ResinRekomendasi Buku1. Kupas Tuntas Fiberglass3. Seri Rumah Ide – Kaca & FiberglassBuku Terkait KerajinanArtikel Terkait Kerajinan Apa itu resin? Pinterest/Devony Anastasia Banyak orang pernah melihat berbagai benda yang terbuat dari resin namun tak tahu jika itu adalah berasal dari resin. Bisa jadi karena keterbatasan informasi yang membuat beberapa orang tak bisa mengetahui suatu benda yang terbuat dari resin. Resin sendiri merupakan sebuah material yang terbuat dari bahan alami dan juga senyawa kimia. Awalnya resin terbuat dari bahan alami yaitu getah berbagai pohon seperti kunjung atau conifer. Namun karena memiliki bahan baku dari bahan alami. Tentunya kekhawatiran akan kelangkaan bahan baku membuat beberapa orang menjadi khawatir. Guna menjawab kekhawatiran tersebut. Ada beberapa perkembangan material resin yang dibuat dari campuran bahan kimia. Adanya resin dari bahan kimia ini membuat beberapa produsen benda yang terbuat dari resin terbantu tanpa ada rasa cemas. Menariknya semakin berkembangannya jaman membuat resin juga turut berkembang. Saat ini saja resin sudah dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan keperluan para pengguna. Untuk pembahasan jenis-jenis resin ini akan kita bahas lebih detail pada poin-poin selanjutnya. Ciri-ciri Resin Berdasarkan Jenisnya Seperti penjelasan sebelumnya jika resin sendiri dibagi menjadi beberapa jenis. Dimana setiap jenis resin ini tentunya memiliki ciri masing-masing. Namun kalian juga perlu tahu jika setiap jenis resin selalu memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Nah mungkin beberapa dari kalian ada yang belum tahu apa saja jenis-jenis dari resin ini. Tak perlu khawatir akan hal tersebut. Sebab pada poin ini akan dijelaskan lebih dalam dari jenis resin beserta ciri-cirinya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya akan hal tersebut. 1. Resin Epoxy Resin yang pertama adalah jenis epoxy. Dimana jenis resin ini juga kerap disebut dengan poli epoksida. Kandungan dari resin jenis ini adlaah seperti serat karbon, serat kaca, hingga aramid. Dibandingkan dengan jenis resin lainnya, resin jenis epoxy memang lebih populer. Kebanyak para pengrajin juga menggunakan resin epoxy sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan. Namun dalam dunia industri, resin jenis ini digunakan untuk perekat bahan semen dengan mortar, rigid foam, pelapis lantai sampai pada pemadatan permukaan berpasir ketika proses pengeboran minyak. Jika dilihat dari kualitas yang diberikan, maka resin epoxy memiliki kualitas terbaik dibandingkan resin jenis lainnya. Resin jenis ini tidak mudah pecah maupun tergores. Bahkan untuk tingkat kejernihan dari resin epoxy ini juga sangat baik. Sehingga membuat resin jenis ini selalu cocok dipadukan dengan berbagai bahan baku lainnya. Namun perlu diketahui juga jika jenis resin epoxy ini bisa saja berubah warna menjadi kuning jika terlalu lama terpapar suhu yang cukup panas. Karena kualitasnya yang cukup baik membuat resin epoxy dijual dengan harga yang terbilang cukup tinggi. 2. Resin Vinyl Ester Berikutnya ada resin jenis vinyl ester. Proses pembentukan resin jenis ini Karena adanya proses reaksi atau bisa disebut juga dengan esterifikasi. Bahan yang direaksikan agar bisa membentuk resin vinyl ester adalah seperti epoxy dengan karboksilat tak jenuh. Salah satu kelebihan yang diberikan oleh resin jenis vinyl ester adalah tidak mudah retak jika terjadi sebuah benturan. Beberapa contoh penggunaan resin vinyl ester adalah seperti pembuatan suku cadang mobil, penguat pembangunan jembatan, fascia gedung bahkan hingga peralatan pada kemiliteran. Dibandingkan resin jenis epoxy, jenis vinyl ester ini memiliki harga yang sedikit lebih rendah. 3. Resin Polyester Jenis resin yang ketiga adalah polyester. Meski terlihat bening, namun tingkat bening yang diberikan oleh resin jenis polyester ini masih kalah dengan jenis epoxy. Selain itu resin jenis polyester juga mengeluarkan bau yang cukup menyengat. Sehingga para pekerja yang menggunakan resin jenis ini sangat disarankan memakai sebuah masker. Lalu agar lebih cepat kering ketika digunakan, ternyata resin jenis polyester membutuhkan bantuan hardener. Perlu diketahui jika penggunaan resin jenis polyester tidak boleh menggunakan suhu yang cukup tinggi. Sebab apabila menggunakan suhu tinggi dapat memungkinkan terjadinya kebakaran. Beberapa contoh penggunaan resin jenis polyester adalah pada casting, lapisan lantai atau pada pelapis-pelapis lainnya. Perlu diingat juga jika resin jenis polyester ini tidak disarankan untuk pembuatan sebuah kerajinan. Hal ini karena jika resin polyester tidak mendapatkan finishing yang benar akan membuat efek lengket. Harga yang ditawarkan dari resin jenis polyester juga terbilang cukup terjangkau. 4. Resin upcast Pada beberapa tempat penjualan resin, jenis upcast terbilang cukup banyak diminati oleh para pembeli. Beberapa seri yang laris dipasaran adalah seperti 3126 dan 108. Meski begitu resin jenis upcast juga terlihat buram ketika proses finishing sudah selesai. Selain itu resin jenis upcast juga memiliki kondisi kekuningan ketika terkena sinar matahari. Penggunaan resin jenis upcast ini kebanyak untuk pelapis sebuah kerajinan namun dalam ukuran yang cukup tipis. Selain itu resin jenis upcast juga kerap dijadikan lapisan bangku taman maupun perahu. Namun dalam prosesnya diperlukan campuran pewarna. 5. Resin Akrilik Bahan baku pembuatan resin jenis akrilik ini adalah non metalik. Dalam proses penggunaan resin jenis akrilik ini perlu dicampurkan dengan bahan material lain seperti bubuk kering, polimer, katalis dan lain sebagainya. Perlu diketahui jika penggunaan resin jenis akrilik ini terbilang cukup rumit. Maka dari itu ketika ingin menggunakan resin jenis ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional. 6. Resin Fenolik Resin jenis fenolik ini memiliki ketahanan terhadap panas dan juga benturan. Bahkan resin jenis fenolik juga tahan terhadap korosi kimia sekaligus kelembaban lingkungan. Jika dilihat dari proses penggunaanya, ternyata resin jenis fenolik juga tampak begitu mudah. Resin jenis fenolik kerap digunakan sebagai komponen listrik, lapisan pada rem dan lain sebagainya. 7. Resin Polietilen Berikutnya pada resin polietilen, dimana dalam satu tahunnya produksi resin jenis ini terbilang cukup tinggi sekali. Karakteristik yang dimiliki oleh resin jenis ini adalah seperti memiliki tingkat fleksibilitas yang begitu tinggi sekaligus ketahanan kimia yang cukup kuat. Resin jenis polietilen kerap digunakan untuk pelapisan, isolasi kabel, mainan, cetakan dan lain sebagainya. 8. Resin Polistiren Resin polistiren terbentuk dari bahan baku monomer stirena. Memiliki kemudahan dalam proses produksi membuat resin jenis polistiren mendapatkan harga yang cukup terjangkau. Kelebihan yang ditawarkan resin jenis polistiren adalah seperti ketahanan terhadap asam, basa dan juga garam yang terbilang cukup baik. Tak hanya itu saja, pasalnya resin jenis polistiren juga bisa memiliki tingkat fleksibel dan juga kejernihan yang cukup baik. Beberapa benda yang dibuat dari resin jenis polistiren adalah seperti karet, dashboard, pipa, busa dan lain sebagainya. 9. Resin Poliamida Terakhir ada resin poliamida yang juga bisa kalian temukan di pasaran. Resin jenis poliamida ini memiliki karakteristik seperti bobot yang begitu ringan, mudah dibentuk, tahan lama dan juga kuat. Beberapa benda yang dapat dibuat dari resin jenis poliomida adalah seperti roda gigi, botol, kemasan dan lain sebagainya. Kegunaan Resin Adanya resin ini ternyata banyak sekali membantu lho. Pada penjelasan jenis-jenis resin juga sudah dijelaskan beberapa kegunaan resin. Setiap jenis resin selalu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan karakteristik resin ini juga berpengaruh terhadap kegunaan resin. Sebab setiap jenis resin pasti selalu memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Ada jenis resin yang digunakan untuk kerajinan seperti resin jenis epoxy. Namun ada juga resin yang digunakan untuk lapisan lantai seperti resin jenis polyester. Secara umum kegunaan dari resin adalah untuk perekat suatu material, lapisan makan agar terlihat lebih mengkilap, bahan baku dupa dan lain sebagainya. Nah tentunya ketika kalian ingin membeli resin. Sebaiknya ketahui dahulu penggunaan yang akan dilakukan. Sebab seperti yang dijelaskan sebelumnya jika setiap jenis resin selalu memiliki penggunaan yang berbeda-beda. Tak bisa dipungkiri jika resin sudah mulai banyak digunakan. Bahkan hasil jadi suatu benda dari bahan baku resin juga pernah kalian temui atau miliki. Beberapa benda yang dibuat dari resin memiliki karakteristik bening sehingga adanya beberapa material tambahan untuk mempercantik benda tersebut. Makin penasaran yakan dengan beberapa benda yang terbuat dari bahan baku resin. Makanya baca penjelasan yang ada di bawah ini agar rasa penasaran kalian semakin terjawab. Berikut adalah beberapa contoh benda yang terbuat dari bahan dasar resin. 1. Kalung Dandelion Pinterest/ Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika ada jenis resin yang memiliki karakteristik bening. Bahkan bentuk bening yang diberikan oleh resin ini hampir terlihat seperti sebuah Kristal. Pemanfaatan bentuk bening yang diberikan oleh resin ini adalah pada pembuatan sebuah kalung. Dimana pada kalung tersebut terdapat sebuah gantungan. Gantungan tersebut di dalamnya ada bunga dandelion yang dibalut dari luar dengan lapisan resin. Namun untuk tali dari kalung dandelion ini sebaiknya juga dari bahan yang tak menimbulkan bekas maupun alergi. Adanya kalung dandelion ini bisa memancarkan sisi cantik nan elegan seorang wanita. 2. Gelang Pinterest/ Pernah tahu gelang dengan bentuk bening seperti berlian. Bisa jadi bahan baku dari gelang tersebut adalah resin. Sebab saat ini sudah banyak sekali gelang tangan yang dibuat oleh bahan baku resin. Salah satu alasan pembuatan gelang dengan bahan baku resin adalah sifatnya yang begitu mudah untuk dibentuk. Bahkan ketika dipadupadankan dengan beberapa material lain juga masih cocok. 3. Cincin Pinterest/ Tampaknya benda-benda perhiasan seperti cincin juga sudah mulai menggunakan bahan baku resin dalam proses pembuatannya. Banyak lho cincin terlihat tetap elegan meski berbahan dasar resin. Bahkan kerap juga bahan resin dicampur dengan beberapa material lain seperti gliter atau bunga. 4. Anting-anting Pinterest/Ilza Hristova Benda berikutnya adalah anting-anting. Dimana saat ini sudah banyak anting-anting yang terbuat dari resin. Karena resin mudah dibentuk, maka pembuatan anting-anting juga akan semakin mudah. Bahkan bisa juga lho diberikan sebuah warna untuk anting-anting tersebut. Namun perlu diketahui juga jika setiap anting-anting yang terbuat dari resin juga memiliki kelemahan yaitu warnanya yang mudah pudar. Namun untuk berat yang diberikan oleh anting-anting berbahan dasar resin ini terbilang cukup ringan. Bahkan ketika digunakan juga bisa menyita perhatian karena karakteristik yang begitu berbeda. 5. Gelas Pinterest/ Gelas dari bahan resin juga sudah semakin mudah didapatkan lho. Saat ini sudah banyak produsen gelas dengan bahan resin. Bahkan kerap juga dipadukan dengan beberapa warna ornamen yang begitu cantik. Dibandingkan dengan gelas bening polos, gelas resin berornamen lebih banyak diminati para pengguna. Bagaimana kalian juga berminat menggunakan gelas resin ornament warna cantik ? 6. Furniture Hias Resin Pinterest/Deniz Kocaman Seperti penjelasan sebelumnya jika resin bisa digunakan untuk lapisan furniture seperti bangku taman. Namun seiring berjalannya waktu, resin juga bisa jadi campuran sebuah furniture seperti meja kayu. Dimana kegunaan resin pada meja kayu ini selain sebagai pelapis juga menjadi pengisi rongga kosong dari kayu. Alhasil meja kayu ini akan memiliki bentuk yang cukup artistik. Rekomendasi Buku Beberapa informasi di atas memang sudah sangat membantu kalian. Namun akan lebih baik jika dibantu dengan beberapa informasi tambahan pada beberapa rekomendasi buku yang ada di bawah ini. Setiap buku yang akan dijelaskan di bawah ini bisa kalian dapatkan dengan mudah pada toko buku Gramedia terdekat atau melalui website resmi 1. Kupas Tuntas Fiberglass Buku yang pertama berjudul “Kupas Tuntas Fiberglassâ€. Buku ini dibuat oleh Jean Anastasia dan diterbitkan pada tahun 2013 lalu melalui penerbit Gramedia Pustaka Utama. Buku ini bisa membantu kalian mengetahui seputar fiberglass. Dimana fiberglass ini terbuat dari campuran bahan kimia seperti resin, katalis, silicon rubber dan talk. Jumlah total halaman dari buku ini adalah 104 lembar. Tentunya semua penjelasan yang diberikan buku ini sangat penting dan bisa membantu kalian dalam mendalami peran resin pada beberapa sisi. Harga dari buku “Kupas Tuntas Fiberglass†terbilang cukup terjangkau yaitu Rp. Dapatkan buku “Kupas Tuntas Fiberglass†hanya di toko buku Gramedia terdekat atau melalui website resmi Perlu diketahui juga jika buku “Kupas Tuntas Fiberglass†juga memiliki versi ebook. 3. Seri Rumah Ide – Kaca & Fiberglass Berikutnya ada buku dengan judul “Seri Rumah Ide – Kaca & Fiberglass†yang diciptakan oleh Seri Rumah Ide – Kaca & Fiberglass. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2013 lalu. Banyak sekali ulasan tentang kaca dan fiberglass untuk kebutuhan rumah. Dimana kaca lebih sering digunakan untuk material pelengkap rumah seperti jendela. Namun bagaimana dengan fiberglass yang dianggap memiliki beragam kelebihan tersendiri. Nah jika kalian penasaran, bisa banget nih baca buku “Seri Rumah Ide – Kaca & Fiberglass†yang bisa didapatkan pada toko buku Gramedia terdekat atau melalui website Harga yang ditawarkan oleh buku “Seri Rumah Ide – Kaca & Fiberglass†terbilang cukup terjangkau mulai dari Rp. Namun perlu diketahui jika harga tersebut berlaku pada seri ebooknya. BACA JUGA ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisienResinEpoxy Dimulai dari resin jenis epoxy, dibandingkan dengan jenis resin lainnya. Epoxy bisa memberikan kualitas hasil yang lebih baik. Resin jenis epoxy ini biasanya digunakan untuk kerajinan tangan yang cukup bernilai jika dijual. Berbagai Macam Fungsi Resin Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa jenis resin dan fungsinya tidak hanya seputar bahan kerajinan saja. Masih ada banyak manfaat lainnya yang menggunakan material satu ini. Untuk simak penjelasan berikut ini mengenai apa saja kegunaan dari resin. 1. Untuk Membuat Sabun Vernis Salah satu fungsi dari resin adalah digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun vernis. Hal tersebut dikarenakan, di dalamnya mengandung zat-zat asam resinat yang tergabung dari fenol dan karboksilat. Selain itu disebabkan, zat asam memiliki sifat fleksibel atau bebas. Dikarenakan zat asam tersebut bersifat atau dalam keadaan bebas, maka dari itu kandungan yang terikat seperti ester akan diluntur kan alkali. Alhasil, jadi lah bahan dasar sabun vernis. 2. Digunakan Untuk Kebutuhan Farmasi Fungsi selanjutnya dari resin adalah digunakan untuk memenuhi berbagai macam keperluan dalam bidang farmasi. Untuk jenis yang sering dipakai adalah resin resin farmaseutis khususnya urusan lapangan. Tipe tersebut cukup sulit untuk bisa Anda temukan di pasar. Ada banyak poin penting yang bida diaplikasikan oleh farmasi dengan menggunakan resin. Salah satu metodenya adalah dengan pemisahan minyak ataupun timbuhan yang mengandung Sopaive. Selain itu, biasanya juga pakai metode dari fosil. 3. Menghilangkan Kandungan CaCo3 Kapur Menghilangkan kandungan CaCo3 atau kapur merupakan kemampuan selanjutnya dari resin. Metode ini sering digunakan dalam keperluan menyaring air yang bersumber dari tanah agar terbebas dari zat berbahaya. Terlebih air tersebut difungsikan sebagai minuman sehari-hari. Apabila terdapat tanah yang memiliki kandungan kapur sangat tinggi dan cukup membahayakan, maka resin adalah solusinya. Dengan melakukan berbagai metode dan langkah, maka air tersebut menjadi layak konsumsi. Termasuk pada air gunung resin kation. 4. Menghilangkan Kandungan Mg Magnesium Pada dasarnya, air tanah terkadang tidak hanya mengandung kapur yang membuatnya tak layak konsumsi. Kandungan magnesium pun biasanya terdapat di dalamnya dan menjadikannya wajib di olah kembali. Jika tidak maka bisa saja membahayakan kesehatan. Dengan menggunakan resin, maka secara tidak langsung bukan hanya zat kapur saja yang akan terangkat, tapi juga magnesium mg. Mengenai proses tentu membutuhkan berbagai macam pengetahuan serta alat pendukung lainnya. Resin yang dipakai biasanya kation. 5. Menghilangkan Kandungan Seperti Kalsium Kalsium pun menjadi salah satu kandungan yang terdapat di dalam air tanah ataupun gunung selain kapur serta magnesium. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan resin maka secara otomatis akan ikut hilang zat Ka. Mengenai prosesnya masih sama saja seperti sebelumnya. Tak hanya perihal prosesnya saja, jenis resin yang digunakan pun masih sama dengan kalsium serta kapur yaitu kation. Ketika air tanah ataupun gunung diolah menggunakan bahan tersebut, maka semuanya akan terangkat. Dengan begitu, air bisa dikonsumsi sehari-hari. 6. Berfungsi Sebagai Softner Pelembuat Air Softner merupakan salah satu penawar diantara lainnya yang membuat air tak layak dikonsumsi menjadi bisa dipakai. Hal tersebut dapat terjadi tentunya dikarenakan pemakaian kandungan resin. Dengan begitu, semua zat berbahaya terangkat secara otomatis pastinya. Resin biasanya digunakan oleh para ahli sebagai softner atau pelembut air agar menjadi layak konsumsi. Pasalnya, apabila zat berbahaya lainnya masih bersarang terutama yang bersumber dari tanah, maka bisa menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. 7. Menghancurkan Panthogen dan serangga Herbivora Untuk fungsi resin berikutnya mungkin jarang sekali diketahui oleh banyak orang yaitu sebagai penghancur serangga dan panthogen. Hal tersebut juga yang membuat senyawa satu ini sangat diandalkan untuk berbagai produk. Tentu membuktikan bukan perihal limbah saja. Bicara mengenai penghancur serangga dann pantoghen, maka jenis resin yang satu dapat Anda temukan di produk obat serangga. Pasalnya, senyawa tersebut mampu membasmi atau berfungsi sebagai racun serta mampu membunuh herbivora. Untuk jenis cukup beragam. Itulah tadi pembahasan mengenai jenis resin dan fungsinya. Terlepas dari penjelasan diatas, pada dasarnya masih ada banyak lagi manfaat lainnya. Material yang satu ini sangat dibutuhkan bahkan dalam kehidupan sehari-hari tentunya
Kerajinanberbasis media campuran merupakan sebuah seni kreasi kerajinan dari dua bahan untuk menghasilkan satu benda kerajinan tangan. Memadukan dua bahan baku dominan dan tambahan pada jenis kerajinan ini bertujuanUnduh PDF Unduh PDF Dengan sedikit kesabaran dan banyak latihan, Anda bisa membuat sendiri perhiasan resin unik di rumah. Bereksperimenlah dengan desain dan ide yang berbeda untuk membuat karya yang mengekspresikan gaya pribadi Anda. 1 Siapkan meja kerja. Tutupi seluruh area kerja dengan kertas lilin. Tetesan dan percikan resin sangat sulit dibersihkan. Jadi, lebih baik Anda menghindari masalah ini sama sekali. Anda harus melindungi diri dengan mengenakan sarung tangan karet atau plastik dan kacamata pelindung. Bekerjalah selalu di ruangan berventilasi besar. Buka jendela dan nyalakan kipas angin untuk mencegah penumpukan uap. Kalau Anda mengalami kesulitan bernapas, gunakan respirator yang dirancang untuk memblokir atau menyaring uap yang kuat. 2 Cari hiasan untuk ditambahkan pada karya Anda. Kreatiflah! Anda bisa menggunakan benda dua dimensi rata maupun tiga dimensi yang lebih rumit. Pastikan saja semua susunan bendanya bisa masuk ke dalam cetakan atau bingkai resin. Beberapa ide populer antara lain perhiasan yang rusak atau yang bisa dimanfaatkan kembali, bunga, glitter, sprinkle, benda transparan dengan kata-kata di atasnya, potongan kain, potongan pita, dan kertas tempel dekoratif. Namun, beberapa benda tidak cocok untuk digunakan. Misalnya, resin yang sudah kering akan memburamkan bentuk permata kristal yang kabur dan membuatnya tampak menghilang.[1] 3 Aplikasikan sealant zat pengisi celah pada hiasan yang keropos. Lapisi bagian atas, bawah, dan samping semua hiasan yang keropos dengan Mod Podge atau sealant bening serupa. Biarkan sealant mengering sebelum hiasan digunakan.[2] Hiasan yang keropos antara lain seluruh bahan yang terbuat dari kertas dan kain. Kalau Anda melewatkan langkah ini, hiasan bisa berubah warna. Selain itu, bisa terbentuk gelembung udara yang lebih banyak di dalam resin. 4Potong semua ke ukuran yang sesuai. Saat menggunakan benda transparan dan kertas, pastikan ukurannya sesuai dengan besar cetakan atau bingkai. 5 Tentukan apakah Anda akan menggunakan cetakan atau bingkai. Bingkai lebih mudah digunakan karena Anda tidak perlu membuka resin setelah kering. Namun, cetakan memiliki desain yang sangat banyak dan beragam. Bingkai adalah rangka perhiasan yang kosong dan terbuka. Setelah resin dituangkan dan dibiarkan mengering, benda tersebut sudah rampung dan siap dipasang ke rantai. Cetakan hanya memungkinkan Anda untuk memberi bentuk pada resin. Anda membutuhkan langkah tambahan untuk mengubah resin menjadi liontin atau gantungan. Pastikan cetakan yang Anda miliki berlabel khusus untuk penggunaan resin. 6 Lapisi cetakan dengan zat pelepas cetakan. Kalau Anda memutuskan untuk menggunakan cetakan, semprotlah dengan produk pelepas cetakan. Biarkan produk tersebut mengering sebelum cetakan digunakan. Jangan menyemprot bingkai dengan zat pelepas cetakan. Zat ini akan mempermudah Anda untuk membuka resin yang sudah kering dari dalam cetakan. Sementara untuk bingkai, resin harus tetap menempel di dalamnya sekuat mungkin. 7 Beri alas untuk bingkai. Kalau Anda memutuskan untuk menggunakan bingkai, potonglah lakban yang kuat dan tebal lalu rekatkan ke salah satu sisi rangka. Pastikan lakban merekat kuat dan tidak ada celah di antara lakban dengan sisi bingkai. Langkah ini tidak perlu dilakukan kalau Anda menggunakan cetakan atau kalau bingkai memiliki sisi yang tertutup. Lakukan langkah ini hanya kalau Anda menggunakan bingkai yang kedua sisinya terbuka. Iklan 1 Pilih jenis resin yang tepat. Untuk hasil terbaik, pilih polyurethane casting resin, bukan polyester casting resin.[3] Polyester resin lebih beracun dan cenderung berbau sekalipun sudah mengeras. Untuk mempermudah prosesnya, pastikan resin yang dibeli sudah dicampur dengan katalisnya dalam rasio satu banding satu. 2 Masukkan botol resin dan katalis ke dalam air panas. Isilah mangkuk kecil dengan air panas dan taruh kedua botol di dalamnya dengan isi botol tenggelam di bawah permukaan air. Jangan menggunakan air mendidih. Memanaskan resin dan katalis dengan cara ini akan mempermudah pencampuran keduanya. Selain itu juga mengurangi kemungkinan terbentuknya gelembung udara. 3 Campurkan resin dan katalis dengan rasio yang sama. Tuangkan resin dan katalis ke dalam gelas ukur plastik kecil, tambahkan keduanya dalam jumlah yang sama. Aduk terus selama dua menit menggunakan stik kayu. Untuk langkah ini, ikuti instruksi yang tertera pada kemasan resin. Beberapa resin harus diaduk lebih lama atau justru lebih sebentar. Aduk resin sebanyak yang akan digunakan saja. Resin tidak akan bertahan lama dalam bentuk cair. Jadi kalau terlalu banyak, akan mubazir. Tuangkan resin terlebih dahulu, kemudian tuangkan katalis dalam jumlah yang sama. Gunakan gelas ukur berskala dan ukurlah kedua komponen langsung di dalam gelas. Gelas ukur bersih bekas sirup obat batuk adalah pilihan yang bagus, tetapi gelas ukur apa pun bisa Anda gunakan. Pastikan saja gelas itu tidak keberatan Anda korbankan. Gelas bisa digunakan kembali untuk proyek resin lain, tetapi tidak boleh dipakai lagi untuk makanan, minuman, atau obat-obatan. Aduk pelan untuk mencegah terbentuknya gelembung udara. Goreskan stik ke seluruh pinggiran dan dasar gelas sembari mengaduk untuk memastikan resin tercampur semua dengan rata. 4 Tambahkan pigmen warna, kalau mau. Kalau Anda ingin membuat perhiasan resin yang bening, pigmen warna tidak diperlukan. Namun, kalau setiap perhiasan resinnya ingin diwarnai, inilah saatnya untuk menambahkan pigmen.[4] Tambahkan pewarna cair sebanyak satu tetes dalam sekali waktu, aduk setiap kali pewarna ditambahkan. Campurkan pigmen kering dengan sedikit resin di dalam cangkir terpisah terlebih dahulu, baru kemudian satukan larutan berwarna tersebut ke seluruh resin bening. Iklan 1 Tuangkan selapis resin. Tuangkan campuran resin cair secukupnya ke dalam cetakan atau bingkai sampai bagian dasar tertutup sepenuhnya.[5] Bekerjalah dengan perlahan untuk mengurangi jumlah gelembung udara. 2 Pecahkan gelembung udara yang terbentuk. Pegang pengering rambut atau senapan panas heat gun kurang lebih sejauh 10 cm di atas resin selama kurang lebih 1 menit. Gelembung udara yang terjebak di dalam resin akan naik ke permukaan dan meletus. Meskipun nanti Anda akan menambahkan lapisan lain, sebaiknya gelembung udara pada lapisan ini dipecahkan sekarang juga daripada menunggu sampai akhir. 3 Biarkan resin sedikit mengeras sebelum menambahkan hiasan yang lebih berat. Tunggu sekitar 15 menit dan diamkan resin di dalam cetakan sampai agak mengeras. Letakkan benda tiga dimensi yang berat dengan hati-hati di atas lapisan terbawah menggunakan pinset. Dasar cetakan atau bingkai akan menjadi bagian muka, jadi letakkan hiasan secara terbalik. Dengan meletakkan hiasan yang berat di antara lapisan-lapisan resin, hiasan tersebut akan diam pada tempatnya. Kalau Anda menambahkannya tanpa lapisan, hiasan bisa bergeser sebelum resin mengering. 4 Tutupi dengan lapisan resin terakhir. Tuangkan resin tambahan ke atas hiasan yang berat hingga tertutup seutuhnya. Lapisan ini harus menutupi hingga ke permukaan bingkai atau cetakan. Anda mungkin perlu mengatur posisi hiasan dengan tusuk gigi kalau hiasan tersebut bergeser pada tahap ini. 5 Tambahkan glitter, kalau mau. Kalau Anda ingin latar belakang yang berkilau, taburkan glitter ke atas cetakan atau bingkai setelah lapisan resin terakhir dituangkan. Glitter ini kecil dan ringan. Jadi, akan mengambang pada permukaan resin saat mengering. Karena bagian atas ini akan menjadi bagian belakang, glitter akan menjadi latar belakang. 6 Lapisi benda transparan dengan resin sebelum dimasukkan ke dalam cetakan. Kalau Anda berencana untuk menambahkan benda transparan, celupkan ke dalam sisa resin sebelum memasukkannya ke dalam cetakan. Gunakan pinset untuk mencelupkan benda transparan ke dalam sisa resin di dalam gelas ukur. Keringkan resin dengan segera menggunakan senapan panas atau pengering rambut. Melapisi benda transparan akan membantu mengurangi risiko terbentuknya gelembung udara di antara benda dan resin. Bagian dasar cetakan atau bingkai akan menjadi bagian depan perhiasan. Jadi, letakkan benda transparan secara terbalik. 7Keluarkan gelembung udara. Seperti sebelumnya, gunakan pengering rambut atau senapan panas untuk mengeluarkan gelembung udara ke permukaan dengan perlahan untuk kemudian dipecahkan. 8 Tambahkan latar belakang kertas. Kalau Anda ingin menggunakan latar belakang kertas, gunakan pinset untuk meletakkan kertas dengan hati-hati di atas resin, sejajar dan serata mungkin dengan mulut cetakan atau bukaan pada bingkai. Pastikan kertas berada dalam keadaan terbalik saat diletakkan agar sisi dekoratifnya terlihat dari muka perhiasan nanti. 9 Diamkan resin hingga kering. Sisihkan cetakan atau bingkai yang sudah diisi resin dan tutupi dengan kotak yang bersih. Biarkan resin mengering selama semalaman. Resin harus ditutupi selama proses pengeringan untuk melindunginya dari debu dan serpihan lain. Lama waktu pengeringan akan bervariasi. Jadi, Anda harus mengikuti instruksi pada labelnya. Diamkan saja dalam waktu yang cukup sampai resin bisa disentuh. Jangan menunggu hingga benar-benar keras. 10 Keluarkan perhiasan resin dari cetakan. Setelah kering, Anda bisa mengeluarkan perhiasan dari dalam cetakan menggunakan jari. Kalau resin masih terlalu lunak untuk dikeluarkan, masukkan cetakan ke dalam lemari es selama 10 menit. Pendinginan akan mempermudah pengeluaran resin. Pada titik ini, resin siap digarap, tetapi Anda membutuhkan langkah tambahan sebelum bisa memakainya sebagai perhiasan. 11 Buka alas dari bingkai. Kalau Anda menggunakan bingkai dan bukan cetakan, bukalah lakban dari belakang bingkai setelah resin mengering. Jangan mengeluarkan resin dari bingkai. Pada titik ini, resin sudah selesai dan siap digunakan sebagai perhiasan. Iklan 1 Panaskan eye pin logam. Ambil bagian kepala eye pin dengan tang dan panaskan logamnya dengan hati-hati di atas api lilin atau kompor gas. Panaskan hanya selama sekitar 5 detik. Bekerjalah dengan hati-hati untuk mencegah luka bakar yang tidak disengaja. Gunakan eye pin yang sedikit lebih pendek dibandingkan lebar perhiasan resin. 2 Tusukkan logam tersebut ke dalam resin. Ambil resin yang sudah dibuat dengan satu tangan dan dengan hati-hati tusukkan bagian paku eye pin yang sudah dipanaskan ke dalamnya. Tekan pin sampai setengahnya masuk ke dalam resin. Cara ini hanya akan berhasil kalau resin baru setengah kering. Kalau sudah benar-benar kering, resin akan sangat keras dan tidak bisa ditusuk. 3 Pasang jump ring ke dalam lingkaran eye pin. Setelah eye pin cukup dingin untuk disentuh dengan tangan, masukkan jump ring kecil ke dalam kepalanya. Proyek Anda sudah rampung dan resin sudah berubah menjadi liontin atau gantungan yang bisa dipakai. Iklan 1 Rekatkan dudukan ke bagian belakang resin. Oleskan lem cepat kering ke bagian atas dudukan cincin atau ke bagian belakang pin. Tekan dudukan cincin atau bagian belakang pin ke tengah-tengah punggung resin. Kerjakan dengan cepat untuk mencegah lem mengering sebelum direkatkan ke resin. Letakkan dudukan cincin atau bagian belakang pin tepat di tengah-tengah. 2 Biarkan mengering. Ikuti instruksi pada label lem dan diamkan lem sampai benar-benar kering. Proyek Anda sudah rampung dan resin sudah berubah menjadi cincin atau bros yang bisa dipakai. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Kertas lilin Sarung tangan karet Kacamata pelindung Berbagai hiasan resin perhiasan yang rusak, kertas tempel dekoratif, glitter, dll. Pinset Sealant seperti Mod Podge Gunting Cetakan resin ATAU bingkai Zat pelepas cetakan Lakban kuat Polyurethane casting resin Katalis resin Gelas ukur berskala Pigmen warna Pengering rambut atau senapan panas Stik es krim dari kayu Tusuk gigi kayu Kotak sepatu atau tempat sampah yang bersih Eye pin Lilin atau kompor gas Tang Jump ring Rantai Lem cepat kering Dudukan cincin Pin berdudukan rata Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? rangkaian kerajinan buatan tangan bagi konsumen untuk dipilih dan mengekspresikan diri mereka. kerajinan buatan tangan Ini ditawarkan dengan harga menarik. Unduh PDF Unduh PDF Resin epoksi tanpa diberi pewarna cenderung berakhir dengan rona sedikit kekuningan yang tidak disukai oleh sebagian besar orang. Namun, dengan menambahkan pewarna cair atau bubuk ke dalam epoksi, Anda bisa membuat resin yang cantik secara estetika dan bisa digunakan untuk menyempurnakan proyek kerajinan sendiri atau menambahkan warna pada meja, kursi, dan furnitur lain di rumah. Anda bisa menggunakan pewarna tradisional, seperti cat dan tinta, atau bereksperimen dengan beragam bahan di rumah untuk membuat resin jadi lebih berwarna dan artistik. 1 Beli cat atau tint yang khusus dibuat untuk resin. Meski ada banyak cat, tinta, dan tint yang tersedia di pasaran, sebagian besar tidak dibuat khusus untuk mewarnai resin. Untuk hasil terbaik, belilah cat atau tint yang dibuat khusus untuk bisa menyatu dengan resin dan menonjolkan warna yang sangat pekat.[1] Tint adalah pewarna artifisial digunakan untuk mengubah warna objek. Contoh tint yang khusus dibuat untuk resin adalah merek ResinTint dan SO-Strong. Anda bisa membeli tint resin di loka pasar marketplace daring atau di toko bahan kerajinan tangan. 2 Campurkan resin, kalau belum. Anda harus mencampurkan resin epoksi dengan zat pengeras sebelum menambahkan pewarna ke dalamnya. Ikuti instruksi pada wadah resin untuk menentukan berapa rasio resin dan pengeras yang pas.[2] Kenakan pelindung mata misalnya kacamata khusus dan sarung tangan untuk melindungi mata dan kulit saat mencampur resin. Kalau Anda sudah mencampurkan resin dan ingin mewarnai sisanya, langkah ini bisa dilewatkan. 3 Tuangkan sedikit resin ke dalam gelas campur berukuran 30 ml. Sebelum menambahkan pewarna ke dalam seluruh resin, uji cobalah terlebih dahulu dalam jumlah sedikit untuk memastikan pewarna menghasilkan corak yang Anda sukai. Gunakan wadah pencampur yang memiliki angka pengukur volume di dindingnya untuk memudahkan pengukuran.[3] Misalnya, gelas ukur kecil yang digunakan untuk menakar sirup obat batuk cocok untuk digunakan mengetes pewarna resin. 4 Masukkan pewarna sebanyak 2-6% dari berat total campuran resin epoksi. Tuangkan cat, tinta, atau tint resin ke dalam wadah pencampur dengan hati-hati dan gunakan tusuk gigi atau benda kecil lain untuk mengaduk campuran tersebut. Anda bisa memperkirakan secara kasar sebanyak apa pewarna yang harus ditambahkan untuk mencapai 2-6% dari total berat campuran resin, atau menggunakan timbangan digital untuk mengukur berat pewarna dan resin dengan tepat.[4] Jangan menambahkan pewarna lebih dari batas berat 6% karena bisa merusak proses kimiawi halus yang terjadi dalam resin. Proses kimiawi ini harus terjadi supaya resin bisa diaplikasikan dengan benar. Penambahan sedikit pewarna—dengan berat kurang dari 2% dari total campuran—tidak akan merusak resin. Namun, jumlah sesedikit ini mungkin tidak cukup untuk mengubah warna resin. Kalau Anda tidak yakin sebanyak apa pewarna yang harus ditambahkan, lebih baik berhati-hati dengan menambahkan lebih sedikit dari yang diperkirakan. Kalau belum cukup, Anda bisa selalu menambahnya. 5Aduklah selama sekitar 1 menit dan pastikan tidak ada gelembung udara di dalam campuran. Pastikan pula pewarna sudah benar-benar tercampur ke dalam resin dan warna barunya tersebar secara merata ke seluruh campuran. Aduk resin sampai halus dan tidak bergelembung supaya hasilnya mulus saat diaplikasikan.[5] 6 Sesuaikan jumlah pewarna yang Anda gunakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Kalau hasil warnanya tidak sesuai keinginan, tambahkan lebih banyak pewarna ke dalam campuran, lalu aduk kembali. Kalau warnanya lebih pekat dari yang diinginkan, mulai ulang prosesnya dan masukkan lebih sedikit pewarna ke dalam wadah pencampur sampai hasilnya sesuai keinginan.[6] Kalau mengubah jumlah pewarna yang digunakan ternyata tidak menghasilkan rona yang diinginkan, pertimbangkan untuk menggunakan jenis pewarna cair yang berbeda atau pewarna noncair yang ada di rumah. 7 Ulangi proses ini untuk seluruh resin yang tersisa. Setelah mendapatkan hasil yang diinginkan di dalam wadah pencampur kecil, sekarang Anda bisa mengulangi prosesnya untuk mewarnai seluruh resin dengan aman. Pastikan Anda menggunakan proporsi pewarna yang sama seperti pada campuran 30 ml tadi.[7] Misalnya, kalau Anda menggunakan 10 ml resin untuk menguji coba pewarna, sementara jumlah keseluruhan resin adalah 50 ml, berarti Anda harus mengalikan jumlah pewarna dengan angka 5 untuk menentukan volume yang harus ditambahkan ke dalam seluruh resin. Iklan 1 Pastikan resin epoksi sudah dicampur. Kalau resin belum dicampur dengan zat pengeras, Anda harus melakukannya sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Ikuti instruksi pada wadah resin untuk menentukan berapa rasio resin dan pengeras yang pas.[8] Lindungi mata dan kulit dengan mengenakan kacamata pelindung dan sarung tangan karet saat mencampur resin. 2 Tuangkan sedikit resin ke dalam gelas pencampur berukuran 30 ml. Sebelum ditambahkan ke seluruh resin, uji cobalah pewarna terlebih dahulu di dalam wadah pencampur terpisah untuk melihat bagaimana pewarna memengaruhi resin. Untuk hasil terbaik, gunakan wadah pencampur yang memiliki angka pengukur volume di dindingnya.[9] Misalnya, wadah yang bagus untuk mengetes pewarna resin adalah gelas ukur kecil penakar sirup obat batuk. 3 Gunakan pigmen bubuk untuk mendapatkan partikel-partikel kecil pada hasil akhir resin epoksi. Pewarna bubuk seperti kapur, bubuk toner, bahkan herba dan rempah-rempah akan mewarnai resin sekaligus memberikan hasil akhir yang tampak berpasir yang bisa membuat proyek Anda jadi lebih cantik.[10] Anda harus menghindari penggunaan pigmen bubuk sama sekali kalau ingin resin yang sudah diwarnai memiliki hasil akhir yang mulus. Paprika mungkin merupakan rempah yang paling umum digunakan untuk mewarnai resin. Namun, Anda memiliki kebebasan untuk bereksperimen dengan rempah bubuk lain di dapur guna melihat mana yang paling bagus bagi Anda dan proyek Anda. 4 Warnai resin dengan pigmen cair untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih halus dan konsisten. Pewarna seperti cat air anak-anak atau pewarna yang biasa digunakan di rumah juga bisa dipakai untuk mewarnai resin epoksi. Pewarna ini akan menciptakan hasil akhir resin yang lebih halus. Selain itu, pewarna jenis ini juga terbilang lebih mudah bagi amatir untuk mencampurkannya dengan resin epoksi.[11] Cat kuku dan tinta alkohol juga umum digunakan untuk mewarnai resin epoksi. 5 Masukkan pewarna kurang dari 6% dari berat total campuran. Apa pun pewarna yang Anda gunakan, jangan ditambahkan terlalu banyak agar tidak merusak reaksi kimia yang secara alami terjadi di dalam resin. Tambahkan pewarna sebanyak 2-6% dari total campuran resin dan tuangkan ke dalamnya sambil diaduk.[12] Kalau Anda tidak yakin sebanyak apa pewarna yang harus ditambahkan, mulailah dengan menuangkan dalam jumlah kecil, lalu tambah sedikit demi sedikit sampai menghasilkan warna yang memuaskan. Aduk campuran selama sekitar 1 menit dan pastikan tidak ada gelembung udara pada hasil akhir resin. 6 Ulangi prosesnya untuk seluruh resin epoksi yang tersisa. Tambahkan lebih banyak pewarna ke dalam resin sampai menghasilkan efek rona yang Anda cari. Kemudian, setelah puas dengan warna resin di dalam gelas pencampur, tambahkan pewarna ke seluruh resin yang tersisa dan pastikan proporsinya sama seperti pada campuran 30 ml tadi.[13] Kalau Anda tidak mendapatkan efek yang diharapkan, pertimbangkan untuk menggunakan jenis pewarna yang berbeda, alih-alih menambah jumlahnya. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Tint atau cat resin Zat pengeras Kacamata pelindung Sarung tangan karet Gelas pencampur Tusuk gigi Timbangan digital Pigmen bubuk Pigmen cair Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? MacamMacam Resin Buatan Contoh 1. Anting 2. Asbak 3. Cincin 4. Dekorasi Rumah 5. Gantungan Kunci 6. Gelang 7. Kalung 8. Mangkuk 9. Pelindung Ponsel 10. Pisau Peluang Bisnis 1. Modal dan Biaya 2. Keunggulan dan Kelemahan Cara Membuat Kerajinan Resin Sederhana 1. Alat dan Bahan 2. Langkah-Langkah Mengenal Kerajinan Resin .